• Pompa sudu-sudu seimbang (balanced)
• Pompa sudu-sudu tidak seimbang (unbalanced)
Pompa
sudu-sudu seimbang bekerja dengan sistem pemindahan tetap. Dan pompa
sudu-sudu tidak seimbang dapat berupa pemindahan tetap atau pemindahan
variabel.
Pompa sudu-sudu seimbang
Di dalam pompa sudu-sudu seimbang rotor digerakkan oleh poros penggerak
dan berputar di dalam cincin rotor. Sudu-sudu yang terpasang di dalam
alur-alur rotor bebas untuk bergerak ke arah radial ke luar maupun ke
dalam. Bagian seimbang dari pompa jenis ini ditunjukkan oleh posisi
saluran oli (lihat gambar bawah). Pompa mempunyai dua saluran masuk, dan
terpasang berhadapan satu sama lain. Demikian juga saluran keluarnya
juga dua buah dalam posisi saling berhadapan. Kedua saluran masuk dan
saluran keluarnya dihubungkan ke pusat saluran masuk dan keluarnya. Dan
setiap poros berputar 90° akan mengalami pergantian dari saluran masuk
dan saluran keluar atau sebaliknya.
Pada pompa sudu-sudu seimbang
ini terutama terdiri dari rumah,
bubungan (1) dan rotor (2) dengan
sudu-sudu atau lazim disebut daun
pompa (3). Bubungan (1)
mempunyai suatu permukaan
luncuran dalam pada desain dobel
eksentrik. Rotor sebagai poros
penggerak. Pada kelilingnya, dua
sudu-sudu (3) atau sudu-sudu dobel,
yang dapat ditekan satu terhadap
lainnya, terpasang secara radial
pada alur-alur beraturan.
Sewaktu rotor diputar, gaya sentrifugal dan tekanan sistem di belakang
sudu-sudu mendorang sudu-sudu yang dapat bergerak secara radial ke arah
luar. Sudu-sudu telentang dengan tepi luarnya menekan luncuran dalam
bubungan. Alur (ruangan pembawa) terbentuk oleh dua pasang sudu-sudu,
rotor, bubangan dan cakram pengontrol pada bagian tepi. Sedangkan
penyedotan (suction) dan pengeluaran (sisi bertekanan) fluida
berlangsung dengan memakai cakram pengontrol (tidak terlihat).
Untuk mempermudah dalam pemahamannya dapat dilihat pada Gambar .
Pelepasan aliran (flow delivery), rotor digerakkan sesuai arah anak
panah. Mendekati saluran masuk (bagian bawah dan atas), sudu sudu(4)
masih terlalu sempit. Jika rotor diputar lebih lanjut, ruangan yang
terbentuk (sudu-sudu) akan bergeser keluar atau mengembang dan akan
terisi oleh oli. Apabila ruangan penekan ini sudah mencapai ukuran
maksimum (jarak terbesar dari ruangan luncuran dalam menuju titik pusat
rotor), ruangan itu terpisah dari sisi penyedotan dengan memakai cakram
pengontrol (pengatur). Kemudian ruangan itu terhubung dengan sisi
tekanan (saluran keluarnya). Sudu-sudu terdorong menuju alurnya oleh
bentuk lengkungan pada bubungan. Volume ruang antara bertambah sekali
lagi, dengan demikian fluida tertekan menuju sisi tekan. Karena
lingkungan bubungan dirancang sebagai dobel eksentrik setiap sudu-sudu
terlibat dalam prosos pelepasan sebanyak dua kali setiap putaran. Pada
waktu yang sama, dua ruangan isap, dan dua ruangan tekan terbentang
berhadapan satu sama lain dengan demikian poros penggerak secara
hidrolik tak berbeban. Tekanan dipakai pada bagian belakang vane
(sudusudu) (5). Akan tetapi dobel penyekatan selalu dipenuhi di samping
dobel sisi penyekatan.
Seperti terlihat pada Gambar d bawah , supaya gesekan tidak begitu
besar, kedua sudu-sudu dalam satu alur rotor mempunyai pinggulan yang
berhadapan satu sama lainnya.
Pinggulan pada sudu-sudu menyebabkan
tekanan seimbang antara
luncuran maju dan mundur.
Permukaan melingkar sudu-sudu
tetap sebagai permukaan singgung
untuk tekanan. Tekanan
singgung lebih tinggi pada sisi isap
tidak perlu. Oleh karena itu sisi
belakang sudu-sudu (6) tak
berbeban terhadap tangki
Dengan menggunakan dua elemen pompa (rotor, bubungan) cakram pengatur
pada satu poros dalam satu rumah, pompa dobel dengan satu saluran masuk
dan dua saluran tekanan sering digunakan pada pompa pompa hidrolik untuk
industri.
Pompa sudu-sudu dengan tekanan dan pemindahan berubah-ubah. Jenis pompa
ini volume pemindahan (pelepasan) dapat diatur pada tekanan operasi
maksimum. Proses hantaran mengikuti prinsip pada pompa pemindahan tetap
yang telah diuraikan di depan. Dalam jenis ini bubungan adaiah cincin
melingkar konsentris. Pegas (2) mendorong bubungan ke datam posisi
saluran keluar terhadap rotor.
Eksentrisitas maksimum dan volume pemindahan maksimum dapat diatur
dengan memakai baut (5). Gaya penekanan pegas juga dapat diatur dengan
memakai baut (6). Untuk mengatur gerak tangensial bubungan memakai
sekrup pengatur (4). Tekanan yang terbentuk oleh karena perlawanan kerja
(silinder dengan beban pemakai) mempengaruhi permukaan luncuran dalam
bubungan pada sisi tekanan.
Hal ini menyebabkan suatu gaya horisontal komponen yang beroperasi
melawan pegas. Apabila gaya tekanan melebihi gaya penyetelan pegas
(tekanannya sama), cincin bubungan bergerak dari eksentrik menuju posisi
nol. Kemudian eksentrisitas berkurang. Hantaran aliran menyesuaikan
sendiri dengan batas yang diperlukan oleh pemakai. Apabila tidak ada
fluida diambil oleh pemakai dan tekanan penyetelan dicapai, pompa
mengatur aliran hampir menuju nol. Tekanan operasi terjaga, dan hanya
kebocoran oli dilepaskan. Karena demikian, rugi tenaga dan panas dari
fluida tetap berada pada batas minimum.
Jenis pompa ini mampu mencapai volume pelepasan sampai 47 cm3/putaran dan tekanan operasi sampai 100 bar.
Pompa sudu-sudu tidak seimbang
Pada pompa jenis ini
menggunakan prinsip yang sama seperti putaran rotor dengan sudu-sudu
bekerja di dalam ring rotor tetap. Meski demikian siklus operasi hanya
terjadi sekali pada setiap putaran (lihat Gambar). Dengan demikian pompa
ini hanya mempunyai satu saluran masuk dan satu saluran ke luar.
Juga alur-alur pada rotor terpasang pada cincin melingkar. Dalam operasinya, ruangan oli mulai
mengembang
pada saluran masuk, dan berakhir mengecil pada saluran ke luar pompa.
Oli tersedot masuk oleh vakum parsial (sebagian), dan terdorong keluar
oleh penyusutan ruangan, sama halnya pada pompa sudu-sudu simbang
Meski demikian, rancangan pompa sudu-sudu tidak seimbang berbeda dengan
jenis seimbang. Sudu-sudu berputar sesuai arah panah pada , dari ruangan
yang sempit kemudian mengembang akan terjadi tekanan lebih kecil dari
tekanan atmospher. Dengan demikian oli dari saluran masuk akan tersedot
ke daIam. Karena gaya sentrifugal sudu-sudu akan terlempar ke luar pada
waktu berputar. Sehingga akan membawa fluida yang tersedot dari saluran
masuk. Fluida akan terbawa sudu-sudu menuju saluran ke luar. Konstruksi
daripada pompa mengecil pada saluran keluarnya bertujuan untuk menaikkan
tekanan dan juga kecepatan alirannya. Lain daripada itu juga
menghendaki agar fluida yang terbawa oleh sudu-sudu tidak kembali lagi
ke saluran masuk karena hal ini termasuk rugi-rugi karena kebocoran.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar